Perlindungan Penghasilan – Cara Menghitung Uang Pertanggungan

Seringkali ketika saya bertemu dan sharing tentang perlindungan penghasilan  ke calon nasabah, mereka banyak yang tidak tahu apa gunanya Uang Pertanggungan, terutama para istri, suami mereka ada yang sudah punya polis, dan saya menanyakan jenis asuransi apa? Uang Pertanggungannya berapa?

Jawaban sang istri adalah “TIDAK TAHU, itu suami yang urusin, jadi saya tahu beres saja”. Dan suami ditanyapun jawabannya sama, “Waduh mb agen, saya kurang tahu, saya lupa, itu semua dl saya ditawari agen asuransi XXX, saya tinggal tanda tangan saja pokoknya tahun ke sekian saya dapat uang ratusan juta, memangnya UP itu apa tho mb agen???”

Nah bagi anda yang ingin membeli polis asuransi, jangan  asal beli asuransi, jangan asal punya polis, harus teliti sebelum beli polis antara lain:

  • Lihat perusahaan,
  • Cari tahu cara klaimnya,
  • Apa manfaat dan resikonya,
  • Adakah nilai tunainya atau hangus,
  • Mau cari yang asuransi tradisional ato unit link?
  • Jenisnya endowment, termlife, atau wholelife
  • Jangan buru-buru beli polis, pelajari dengan seksama untuk kebutuhan apa asuransi dibeli?? Apakah tuk kesehatan, pendidikan, pensiun, investasi, warisan, dll.

Jangan sampai salah perencanaan yaaa
Konsultasikan dgn perencana keuangan atau agen yang ditunjuk.

Nah pada kesempatan ini sy ingin berbagi..tentang perlindungan pengasilan dan cara menghitung Uang Pertanggungan (UP) yang Ideal.

Mengapa penghasilan perlu dilindungi??

SEQUISLIFE (2)Dalam sebuah keluarga dengan kepala keluarga adalah seorang ayah atau suami, ayahlah yang menanggung nafkah untuk mencukupi kebutuhan keluarga mulai dari biaya pendidikan, makanan, pakaian, rekreasi, tagihan-tagihan rumah tangga, kredit kepemilikan rumah, biaya pengobatan, cicilan mobil, dll.

Oleh karena itu karena penghasilan suami sebagai sumber finansial keluarga, maka penghasilannya perlu dilindungi, dengan cara asuransi jiwa.

  1. Tuk polis pertama kali yang dimiliki oleh sebuah keluarga, seharusnya yg menjadi TERTANGGUNG adalah seorang yang menanggung nafkah keluarganya, biasanya adalah seorang ayah atau suami. Krn biasanya ayah yg mempunyai sumber finansial dr keluarga tersebut. Jadi yg menanggung nafkah keluarga tersebut haruslah diproteksi/dilindungi/dicover penghasilannya.
    Contoh:

Suami bekerja dgn penghasilan 5jt/bln, istri tidak bekerja dan memiliki 2 orang anak.
Salah satu cara tuk menghitung UP adalah (5jt x 12bln) : 4.8%=Rp 1,25M

Sehingga jika sesuatu resiko terjadi kpd si pencari nafkah dalam contoh adalah suami, maka keluarga yg ditinggalkan akan menerima Uang pertanggungan sebesar 1,25M.
Dan dana tersebut jika misalnya dimasukkan ke instrument deposito maka tiap bulan kluarga tsb mendapatkan bunga deposito (mis 5% setelah dikurangi pajak mjd 4.8%) yg nilainya SAMA dengan pengasilan almarhum suaminya sebesar 5 jt/bln.
Perhitungannya = (1.25M x 4.8%) : 12bln=Rp 5jt/bln

2. Jika yg menanggung keluarga mempunyai hutang yg tidak dicover asuransi, bgmn menghitung UP?

Dengan mengambil contoh di atas, mis kluarga tersebut memiliki hutang sebesar 100jt.

Maka besarnya UP = 1,25M + 100jt = Rp 1,35M

Itu adalah perhitungan UP yang ideal.
UP bisa disesuaikan dgn kebutuhan dan kemampuan nasabah.

3. Nah UP itulah yang disebut uang Warisan bisa jg disebut aset. 

Untuk mendapatkan Paper Asset / UP sebesar 1.25M,  hanya perlu membayar 10-15% nya saja dah itupun bisa dicicil sampai 20 tahun.

Murah kan! dibandingkan membeli sebuah REAL Asset seperti rumah atau tanah sebagai warisan. Karena paper asset ini tanpa pajak, tanpa makelar, tanpa notaris, No Ribet.

Ayo yg sudah punya polis asuransi jiwa dilihat dan dibaca lagi yuk

Siapakah nama TERTANGGUNGnya?

Berapakah nilai UP=Uang Pertanggungan nya?

Sudah benarkah nama tertanggungnya?

Nah kalo sudah jelas, sdh idealkah UP anda sebagai penanggung nafkah keluarga???

Semoga bermanfaat 🙂

Iklan

Tentang Mostpalica

Saya agen resmi asuransi Sequislife. Menjual asuransi bukanlah sekedar bisnis, tapi yg terutama adalah palayanan jangka panjang & tanggung jawab moral.
Pos ini dipublikasikan di Asuransi, Asuransi Jiwa, Produk Tradisional dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s